
Debby Maharani kepada Radar mengaku tidak menyangka dirinya bisa menjadi juara 2. Apalagi lawan yang dihadapinya tergolong sudah memiliki jam terbang lebih tinggi. Namun dirinya tetap tidak bergeming untuk menghadapi lawannya meski akhirnya menjadi juara 2. "Kalahnya saya karena lebih banyak jogai (keluar lapangan) sehingga mengurangi nilai dari dewan juri," ujar Debby.
Debby berusaha memberikan prestasi yang terbaik untuk almamater sekolahnya. Apalagi prestasi yang diperolehnya saat ini lebih banyak mendapat support guru olahraga yang sekaligus pelatihnya, Yosafat Untung Spd.
Sebelum mengikuti Popkota, siswi berpenampilan kalem itu mengaku menjalani latihan sepekan 4 kali, 3 kali di stadion Bima dan sekali di Gedung Pemuda. Bahkan sejak menekuni karate sampai sekarang tergolong singkat, tetapi bisa menorehkan prestasi, dirinya sudah pernah mengikuti lomba sebanyak 6 kali. Tidak hanya itu, Debby ternyata dilahirkan dari darah seorang atlet, Kristina, ibundanya ternyata sewaktu masih di Jogjakarta menjadi atlet lari.
Sementara itu, Yosafat untung Spd selaku pelatih mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya. Terlebih lagi Debby di sekolah juga menjadi muridnya dan belum lama ini menjalani latihan tetapi bisa tampil sebagai juara.
"Debby sebenarnya memiliki komitmen yang bagus, bahkan dia dipersiapkan untuk mengikuti Porda 2014 bersama Joshua siswa SMA Santa Maria 1 yang masuk dalam tim bayangan Porda," pungkasnya.