|
Bertemu Musuh Bebuyutan , Kalah di Sesi Pertanyaan Rebutan
Satu lagi prestasi ditorehkan siswa SMA Santa Maria 1. Mereka berhasil menjadi juara 3 lomba cerdas tangkas matematika (CTM) XXIX antar SMA se-Jabar, DKI dan Banten, yang diadakan Gema Mahasiswa Matematika 2008 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, 22-24 November 2008.
Di lomba dengan sistem beregu itu, Santa Maria mengirimkan Lawrence (kelas 1), The Joses Hidayat (kelas 2 IPA) dan Tommy Hermawan (Kelas 3 IPA) didampingi guru pembimbing Harris Adiwibowo. Meskipun hanya menjadi juara 3, tetapi Lawrence cs tetap berbangga hati, sebab bisa tampil pada ajang lomba yang diikuti tiga provinsi. Lawrence dan rekannya harus bersaing dengan sekolah-sekolah yang sudah menjadi jawara lomba matematika tingkat nasional.
Saat ditanya Radar, Lawrence menceritakan, sebelumnya harus melewati penyisihan tingkat kota Cirebon yang diikuti 15 SMA bertempat di SMAN 4. Selama penyisihan diambil tiga juara, yakni juara 1 dan 2 dari SMA BPK dan juara 3 dari SMA Santa Maria 1.
Setelah lolos penyisihan tingkat kota, sambung Lawrence, mengikuti babak penyisihan di provinsi dengan menghadirkan regu dari SMA se-Jabar, Banten, dan DKI. Peserta yang ikut sebanyak 27 regu. "Kami akhrinya lolos dalam sembilan besar dan mengikuti babak final. Dari Cirebon hanya kami yang melaju ke babak final," kenangnya.
Yang lebih membuat Lawrence kaget, ternyata saat babak final bertemu dengan lawan yang selama ini selalu menjadi musuh bebuyutan dalam lomba tingkat nasional. Mereka adalah SMA BPK Tasikmalaya, SMA Pribadi Bilingual School (sekolah Turki dengan Indonesia). Selama ini kedua sekolah tersebut selalu menjadi rival beratnya.
"Saya sempat kaget dan deg-degan, karena kemampuan mereka sangat bagus. hasil akhirnya kami menjadi juara 3," ujarnya seraya mengatakan pada sesi 1 dan 2 lomba sempat unggul, tetapi saat sesi pertanyaan rebutan kalah cepat dengan lawan-lawannya.
Harris Adiwibowo, guru pembimbing yang selama lomba mendampingi, menjelaskan, siswa yang diikutkan lomba adalah hasil seleksi ketat. Oleh karenanya, personel yang ikut dari kelas 1 - 3.
"Saat memasuki final, sebenarnya babak 1 dan 2 sempat unggul. Tetapi pada babak rebutan siswa kami kalah, yakni juara 1 dengan nilai 700, juara 2 nilai 550 dan juara 3 nilai 500. Babak final benar-benar kompetitif. Jika juri salah kami dari guru pembimbing melakukan protes ternyata diterima dengan baik dan juri lomba mengakui kesalahan. Kalaupun hanya juara 3, tapi kami puas, sebab kualitas lawan sangat bagus," pungkasnya. |