|
Tema : Dengan hari kebersihan Santa Maria kita Wujudkan Budaya Kehidupan yang Bersih, Ramah, Disiplin, dan Jujur
 Bel sekolah berbunyi. Pagi itu, Selasa, 1 September 2009 dan waktu menunjukan pukul 06.55, seluruh siswa SD Santa Maria bergegas menuju halaman sekolah untuk mengikuti apel bersama. Hari itu adalah hari istimewa bagi sekolah Santa Maria karena merupakan Hari Kebersihan Santa Maria yang merupakan momentum untuk mewujudkan komitmen gerakan budaya hidup bersih. Gerakan ini sudah dicanangkan sejak tahun 2004. Apel bersama tidak hanya dilakukan siswa SD, tapi juga para siswa TK, SMP, SMA1, dan SMA 2 Santa Maria. Pembina apel menyampaikan amanat dari PJS Kepala Kantor Yayasan Santo Dominikus Cabang Cirebon ( Sr. Albertine OP. ) tentang latar belakang diadakannya Hari Kebersihan Santa Maria Cirebon, nilai-nilai yang ingin dicapai, komitmen bersama yang perlu diwujudkan, dan harapan yang diinginkan.
Selesai apel, berdasarkan waktu yang telah ditentukan oleh tiap unit, semua siswa TK, SD, SMP, SMA1, SMA2 Santa Maria melakukan gerakan serempak kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dan sekitar Jalan Sisingamangaraja serta Jalan Karang Kencana yang merupakan gerbang masuk keluar warga komunitas Santa Maria. Para siswa asyik dalam kebersamaan melakukan satu tujuan yang sama yaitu menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, indah, dan nyaman. Dengan panduan para guru dan berbekal alat-alat kebersihan di tangan, anak-anak bekerja secara berkelompok di tempat-tempat yang telah ditentukan sehingga tercipta suasana gotong-royong yang baik. Dalam waktu yang tidak terlalu lama lingkungan sekolah nampak semakin bersih dan tertata rapi, baik di dalam maupun di luar kelas. Selain gerakan kebersihan, siswa-siswi TK juga melakukan gerakan penghijauan, dengan menanam pohon dan berbagai bunga di halaman dan samping sekolah. Untuk keperluan tersebut para siswa ditugasi membawa tumbuhan-tumbuhan dari rumah dan mereka dengan penuh semangat melakukannya. Para siswa juga diberi tanggung jawab untuk memilah-milah sampah basah dan sampah kering, sampah organik dan dan non-organik serta menempatkan pada tong sampah sesuai dengan jenis sampah tersebut.
Gerakan ini merupakan salah satu hal kecil tapi maknanya menjadi sangat besar bagi generasi muda yang akan datang. Gerakan ini tidak hanya sesaat, tapi dilakukan terus-menerus walau dalam skala yang lebih kecil. Tujuan utamanya tiada lain adalah mewujudkan budaya hidup besih di kalangan warga sekolah. Dengan harapan bila pembelajaran hidup bersih di sekolah sudah tertanam maka di manapan mereka berada budaya hidup bersih akan melekat di dalam diri anak-anak, bahkan lebih jauh dari itu bukan hanya bersih secara jasmani tapi juga bersih secara rohani. Bukankah itu salah satu karakter yang ingin dibangun oleh bangsa ini?
1. LATAR BELAKANG
Hari Kebersihan Santa Maria Cirebon digagas dan dicanangkan pada tanggal 1 September 2004 oleh Pengurus Yayasan dan Kepala Sekolah TK, SD, SMP, SMA1, dan SMA2 Santa Maria Cirebon. Hari Kebersihan dirancang sebagai upaya untuk menyikapi keprihatinan terhadap rendahnya kepedulian dan keterlibatan warga sekolah Santa Maria khususnya para siswa terhadap kebersihan lingkungan. Pada masa lalu kultur atau budaya yang melekat pada sekolah Katolik secara khusus sekolah Santa Maria adalah sekolah yang unggul dalam mutu pendidikan, disiplin, dan kebersihannya. Namun kini realitasnya semakin luntur. Sebagai budaya yang mau kita bangun di sekolah ini, keprihatinan tentang lunturnya image di atas tidak cukup hanya dengan menambah jumlah pegawai kebersihan, karena akar nilai yang mau kita bangun adalah penanaman karakter kepedulian dari semua warga sekolah yaitu siswa, guru, karyawan, kepala sekolah, dan warga sekitar. Kita sadar ketidakpedulian terhadap kebersihan lingkungan meski belum diuji secara ilmiah berdampak sekali pada penurunan sikap disiplin dan mutu pendidikan secara umum.
Maka berangkat dari keprihatinan tersebut pengurus dan pimpinan Santa Maria bermaksud membuat gerakan bersama sejak tanggal 1 September 2004 sebagai awal gerakan untuk diteruskan sepanjang tahun dan diharapkan terus ditanamkan, diperingati, dan dihidupi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2009 ini Hari Kebersihan Santa Maria akan kita hidupkan kembali sebagai gerakan kepedulian yang mengambil tema “ Dengan Hari Kebersihan Santa Maria kita wujudkan budaya kehidupan yang bersih, ramah, disiplin, dan jujur”. Budaya sekolah yang dimaksud adalah : sekumpulan nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbul-simbul yang dipraktekkan oleh warga sekolah. Budaya sekolah merupakan ciri khas, karakter atau watak, dan citra sekolah tersebut di masyarakat. Budaya sekolah ( School culture ) perlu kita hidupi bersama, agar bisa tercipta suasana atau lingkungan sekolah yang kondusif, nyaman, aman yang membuat semua siswa betah untuk belajar di sekolah. Karakter budaya tersebut membutuhkan praktek nyata dan tempatnya yang paling signifikan adalah sekolah dan dilanjutkan dalam lingkungan keluarga atau sebaliknya. Pembentukan karakter melalui perwujudan budaya tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu jawaban peran pendididkan kita dalam menghadapi “ global warming “ yang mengancam kita semua. 2. GERAKAN ATAU NILAI YANG PERLU DIBUDAYAKAN SEPANJANG TAHUN
1. Gerakan membuang sampah plastik, sampah kering, dan sampah basah pada tempatnya. 2. Gerakan mengambil sampah di lingkungan kelas. 3. Gerakan mencintai tanaman : menyiram, merawat bunga dan kebun sekolah. 4. Gerakan menanam pohon di sekitar sekolah. 5. Gerakan menanam bunga di sekitar kelas atau taman dan kebun sekolah. 6. Menempatkan peralatan milik sekolah : di perpustakaan, di kelas, di kantin, di laboratorium pada tempat semula dengan rapi. 7. Memanfaatkan air secukupnya, jika melihat kran terus mengalir segera mematikan. 8. Mematikan listrik jika tidak digunakan. 9. Menggunakan kertas-kertas secukupnya. 10. Membudayakan senyum, sapa, salam, dan saling menegur dengan bahasa yang ramah dan santun. 11. Mewujudkan gerkan TEPAT WAKTU ( on time ) dalam memulai dan menyelesaikan semua kegiatan 12. Berdisiplin dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dengan tepat waktu. 13. Jujur dalam perkataan dan tindakan. 14. Mewujudkan gerakan ANTI NYONTEK saat tes dan kegiatan penilaian lainnya. 3. KOMITMEN YANG PERLU KITA BANGUN DAN DIWUJUDKAN SEPANJANG TAHUN
Kebersihan hendaknya disadari sebagai gerak bersama semua warga sekolah menuju perwujudan dari sebuah komitmen untuk membudayakan karakter berbasis nilai. Sebagai gerakan bersama, maka semua pihak selayaknya ikut ambil bagian sepanjang waktu untuk mewujudkannya melalui peran dan tugas masing-masing. Maka melalui hari kebersihan ini kami mengajak semua warga sekolah Santa Maria tanpa kecuali untuk terlibat aktif dalam mewujudkan budaya hidup seperti tersebut di bawah ini :
Untuk Siswa 1. Membuang dan memilah sampah pada tempatnya : sampah plastik, sampah kertas, dan sampah basah. 2. Melaksanakan tugas piket dengan kesadaran dan tanggung jawab karena didorong kebutuhan akan kerapihan dan kebersihan lingkungan belajar. 3. Terlibat aktif dalam melaksanakan program dan tata tertib sekolah. 4. Terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan nyaman untuk belajar. Untuk Guru 1. Memasukkan pengalaman nilai tentang kepedulian, keramahan, kedisiplinan, dan kejujuran dalam kegiatan eksplorasi, kolaborasi, afirmasi, dan refleksi pada setiap PBM. 2. Memberi contoh atau teladan dalam kepedulian terhadap lingkungan khususnya memilah/ membuang sampah pada tempatnya. 3. Mengingatkan terus-menerus agar siswa menjaga kebersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah. Untuk Karyawan 1. Terlibat aktif dalam mewujudkan kebersihan dan kerapian di lingkungan kerja. 2. Memberi contoh/ teladan dalam kepedulian terhadap lingkungan khususnya memilah/ membuang sampah pada tempatnya, menjaga kerapian, dan penataan sarana dan alat kerja. 3. Bersih, rapi, ramah, disiplin, dan jujur dalam pelayanan. Untuk Kepala Sekolah 1. Mengajak dan memotivasi semua warga sekolah untuk berpeduli terhadap kebersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah. 2. Memasukkan program kepedulian, keramahan, kedisiplinan, dan kejujuran dalam pembinaan personal guru dan karyawan maupun pada setiap rapat koordinasi. 3. Memberi teladan dalam kesetiaannya mewujudkan komitmen pelayanan yang rapi, bersih, ramah, disiplin, dan jujur kepada warga sekolah dan stakeholder. Untuk Sekolah 1. Memprogramkan kegiatan peduli lingkungan melalui kegiatan OSIS PRAMUKA, leadership, dan ekstrakurikuler terkait. 2. Perlu memprogramkan lomba pembuatan tempat sampah kreatif untuk dipergunakan sendiri.
Untuk Pengurus Yayasan 1. Memprogramkan pembinaan kepada semua pegawai agar memiliki komitmen pelayanan yang rapi, bersih, ramah, disiplin, dan jujur. 2. Memotivasi dan mendukung program-program kepedulian lingkungan untuk mewujudkan pelayanan yang bersih, ramah, disiplin, dan jujur. 3. Memberi teladan dalam kesetiaannya mewujudkan komitmen pelayanan yang rapi, bersih, ramah, disiplin, dan jujur kepada warga sekolah dan stakeholder. Harapan Konsep atau gagasan awal ini agar dikembangkan sendiri oleh masing-masing kepala sekolah disesuaikan dengan tahap perkembangan dan kompetensi siswa pada unit dan jenjang masing-masing. Laporan : Yakob Sartam      
  
|